
"Man was created not to die, but to live without limits. The standard of living has changed according to the times, since thousands years ago. Knowledge for a better life being discovered, as a guide towards immortality. That means people can find the caused of its short life. The Creator did not design of human for the short life. If I can fantasizing about it .......... I want to live forever more.. "
February 28, 2025
March 09, 2024
Make Your Calling and Election Sure
For if these things be in you, and abound, they make you that ye shall neither be barren nor unfruitful in the knowledge of our Lord Jesus Christ. 2Peter_1:8.
The only safety for the Christian is to be unwearied in his efforts to live on the plan of addition. The apostle shows the advantages to be gained in thus doing. For those who add grace to grace, God will work on the plan of multiplication, so that the graces will be in and abound in the religious life and he will not "be barren nor unfruitful. . . ." Those abounding in the Christian graces will be zealous, lively, vigorous in all practical Christianity, and will practice righteousness--just as the branch abiding in the vine will produce the same fruit that the vine bears. . . .
He who does not climb the ladder of progress and add grace to grace "is blind, and cannot see afar off." He fails to discern that without taking these successive steps in ascending the ladder round after round, in growing in grace and the knowledge of our Lord Jesus Christ, he is not placing himself in a position where the light of God above the ladder is reflected upon him. As he does not add grace to grace, he has forgotten the claims of God upon him, and that he was to receive the forgiveness of sins through obedience to the requirements of God. . . .
"Wherefore the rather, brethren, give diligence to make your calling and election sure." 2Pe_1:10. We need not have a supposed hope, but an assurance. To make our calling and election sure is to follow the Bible plan to closely examine ourselves, to make strict inquiry whether we are indeed converted, whether our minds are drawn out after God and heavenly things, our wills renewed, our whole souls changed. To make our calling and election sure requires far greater diligence than many are giving to this important matter. "For if ye do these things"-- live on the plan of addition, growing in grace and the knowledge of our Lord Jesus Christ--ye shall mount up, step by step, the ladder Jacob saw, and "ye shall never fall."
Saturday, March 9, 2024
EGW (Our High Calling)
November 17, 2023
"The One Hundred Forty-Four Thousand"
I looked, and, lo, a Lamb stood on the mount Sion, and with him an hundred forty and four thousand, having his Father's name written in their foreheads. Rev_14:1.
Upon the crystal sea before the throne, that sea of glass as it were mingled with fire--so resplendent is it with the glory of God--are gathered the company that have "gotten the victory over the beast, and over his image, and over his mark, and over the number of his name." With the Lamb upon Mount Zion, "having the harps of God," they stand, the hundred and forty and four thousand that were redeemed from among men; and there is heard, as the sound of many waters, and as the sound of a great thunder, "the voice of harpers harping with their harps." And they sing "a new song" before the throne, a song which no man can learn save the hundred and forty and four thousand. It is the song of Moses and the Lamb--a song of deliverance.
None but the hundred and forty-four thousand can learn that song; for it is the song of their experience--an experience such as no other company have ever had. "These are they which follow the Lamb whithersoever he goeth." These, having been translated from the earth, from among the living, are counted as "the firstfruits unto God and to the Lamb." Rev_15:2-3; Rev_14:1-5. "These are they which came out of great tribulation;" they have passed through the time of trouble such as never was since there was a nation; they have endured the anguish of the time of Jacob's trouble; they have stood without an intercessor through the final outpouring of God's judgments. But they have been delivered, for they have "washed their robes, and made them white in the blood of the Lamb." "In their mouth was found no guile: for they are without fault" before God. "Therefore are they before the throne of God, and serve him day and night in his temple: and he that sitteth on the throne shall dwell among them."
They have seen the earth wasted with famine and pestilence, the sun having power to scorch men with great heat, and they themselves have endured suffering, hunger, and thirst. But "they shall hunger no more, neither thirst any more; neither shall the sun light on them, nor any heat." Rev_7:14-16.
Maranatha-EGW <Thursday, November 16, 2023>
April 15, 2022
April 08, 2022
~Krisis di SURGA < 5560 BC > ~
Surga tampak tegang ketika itu. Ariel, Uriel dan Samael dihasut dengan licik oleh Lucifer. Mereka termasuk kekuatan mematikan untuk kepala pasukan malaikat yang berlaksa-laksa. Samael dikenal di kalangan petinggi malaikat dengan jiwa mau berkorban. Samael setingkat sejajar pangkatnya dengan Lucifer. Dengan bangganya kelompok pemberontak ini terus melancarkan teror dalam surga yang damai dan tenang. Semua masih tenang, tetapi sorot mata para malaikat yang mulai meragukan Bapa, mulai menimbulkan kecurigaan dan permusuhan dalam pikiran mereka.
Mikhael bertanya pada Anak Allah,"Apa batas kesabaran kita untuk mereka? Siapa yang akan kutarik lebih dahulu? Lucifer, atau 4 antek-anteknya, atau semuanya kutarik? Dengan lembut Anak Allah hanya berkata, "Jika itu untuk bendera surga dan kemuliaan Bapa, lakukan! Aku ada di sampingmu." Bapa dengan sabarnya memanggil kedua sahabat ini. Dan mereka bertiga sepakat bahwa, harga pemberontakan ini hanyalah dengan harga suatu kehidupan yang akan mengembalikan eksistensi para penghianat.
Anak Allah dengan perhatian mendalam, menyetujui PERJANJIAN ini sebagai suatu harga kehidupan yang diperjuangkan. Tiga tetapi satu menciptakan manusia dari debu tanah. Dan Roh Allah menghidupkan tanah itu. Dan Manusia itu gagal dengan ujian yang dimenangkan oleh si ULAR tua itu. Dengan sistem alam semesta, ditentukan tahun 4 sebelum masehi dia akan turun sebagai darah dan daging. Mikhael dengan perhatian, mengumpulkan balatentaranya yang terdiri dari 2/3 malaikat yang masih setia pada Bapa. Dan dengan penuh rasa hormat, Mikhael mengumumkan PERANG DI SURGA sama dengan PERANG DI BUMI.
Mikhael tinggalkan istana surga untuk mensukseskan rencana TRITUNGGAL. Sebagai korban, sudah bosan jadi korban. Dan dengan semangat tinggi, dia mengawal Anak Allah sebagai Raja Diraja Kehidupan. Peta peperangan itu terus berlanjut. Rantai komando tetap pada jalur yang sudah dan akan berlanjut.
Perang di bumi dimotori oleh Mikhael, Samael, Ariel dan Uriel. Dengan harga seorang panglima surga, Mikhael diam-diam menjelma menjadi manusia ( Daniel 10,11,12) . Dan semuanya seperti ayat hafalan dalam semua hidup yang dijalaninya. Samael yang menginspirasi lagu "KUMBAYAH my LORD", tertegun dengan sikap bela surga yang tidak kenal takut dengan apapun.
Semua malaikat gentar akan hal ini. Mikhael dalam istirahatnya sering mengundang mereka yang menantang HAK ANAK ALLLAH untuk menjelma jadi manusia. Tetapi mereka sedikitpun tidak berani sambil berkata,"Menatap matamu saja kami tidak berani, apalagi menyentuhmu." Dengan hormat, dia berkata,"Akui ANAK ALLAH sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT mu untuk menebus kesalahanmu, maka kalian akan dipertimbangkan untuk masuk dalam jajaran semula."
Dan ketika itu, Mikhael berkata,"Semua keturunan dan keluarga kalian akan kukejar sampai keujung bumi, jangan paksa aku menghadap bumi diatas langit, malapetaka untuk kalian semua."
Dan akhirnya semua mengalir seperti air. Badai dan halilintar akan sambung-menyambung demi darah para pahlawan surga di atas bumi. Dan darah terbanyak di dunia ini yang tertumpah akibat segala SEGALA MACAM PERANG, ada di Bhumi Sambhara Budhara.
Rantai yang hilang sudah ditemukan, putus satu putus seribu; patah satu patah seribu.
March 18, 2022
~ Pertempuran menjelang Dunia Baru !!! ~
Mikhael datang pada Bapa, "Aku lelah Bapa, ini hal yang berat dan sulit untuk kulakukan. Semua pertempuran hanya menghasilkan kemerosotan dan wabah penyakit. Kapankah malapetaka itu akan berakhir?". Bapa menjelaskan dengan rasa pilu,"Khael, tegakkanlah kembali bendera surga. Semua sudah turun untuk pembersihan dari semua kegelapan moral. Portal itu kau yang pegang kuncinya. Badai yang pernah kau panggil hingga menciptakan bencana, hanyalah sedikit saja dari kekuatan surga. Berjalanlah dengan damai dan tenang. Karena ini persoalan 6000 tahun. Kekuatan manusia terbatas untuk menahan rasa bengis saudaramu Lucifer. Yehoshua ada di sampingmu setiap saat."
Suatu ketika dengan semangat berapi-api, Azer bertanya pada Mikhael, "Api macam apa yang akan kita buat untuk kesetiaan Elia di bumi?".
Pertempuran itu dimenangkan oleh Elia. Imannya teruji dan lulus 100% sebagai manusia yang mengandalkan surga. Bukan karena kebanggaan dunia dia hidup, tetapi karena hidupnya diserahkan untuk dalam pengawalan surga.
Pertempuran demi pertempuran akan terus terjadi untuk menjalani sumpah semesta,
Pertempuran menjelang Dunia Baru itu akan datang, pertempuran yang membawa iman lebih tinggi dan tinggi dan tinggi untuk menyambut "Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! (Wahyu 22:17)"
"Terima kasih Bapa, untuk semua kemuliaan surga yang akan datang dan melintas. Terima kasih untuk Badai dan Halilintar yang akan datang. KasihMu memampukan kami yang lemah ini untuk kuat dan teguh dalam penantian panjang. Amien"
~ The First War in Universe, Part 1 ~
Saat itu telah menjadi huru hara di surga. Germael dan Amatiel saling adu argumentasi. Germael berkata, "Bapa tidak mungkin tidak adil dan kejam......!!!! Amatiel menjadi ragu-ragu, benarkah apa yang Samael katakan padanya.
Dengan penuh keraguan, Amatiel mencari Samael. Amatiel bertanya,"Apa yang kalian cari dari keadilan Bapa?". Samael dengan juga ragu berkata, "Saya sendiri tidak percaya dengan apa yang Lucifer katakan, tapi Lucifer juga sepertinya benar". Samael memberikan doktrin baru yang Lucifer buat untuk menghasut Kerubium lainnya. Tetapi tidak ada yang tahu, bahwa Mikhael mengawasi semua gerak-gerik mereka.
Dengan terluka, Bapa memberikan mandat pada Mikhael. "Usir semua saudaramu yang berkhianat !!!!!!!!
Harga pemberontakan di surga dibayar dengan darah di bumi. Kisah tragis ini akan berujung dengan kematian Anak Allah Yang Mahatinggi. Status pemberontakan di surga gagal total. Dalam setiap pertempuran di bumi, Mikhael selalu mengakhiri dengan harga kematian sahabatnya, Yehoshua. Dan dengan demi keadilan surga di bumi, Mikhael akan muncul seperti Yehoshua muncul(Daniel 12:1). Anak domba yang pertama kali di gorok di alam semesta ini siap untuk segala sumpah yang pernah diucapkan semua penghuni surga.
Selamat datang di pengadilan anak domba.
"Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Johanes 1:29)
"Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus." (Wahyu 5:7-8)
~ Sejarah Awal Perang ~
"Saat itu sedang genting dan penting. Mikhael selalu memperhatikan semua isu dan penghasutan Lucifer. Istana surga dalam kondisi darurat. Penghianatan ini akan dibayar dengan darah pemberi hidup. Dengan cucuran air mata, Bapa terluka dengan rencana 6000 tahun dan 1000 tahun. Semua jelas dengan detil pertumpahan darah dan permusuhan antara Ular dan Perempuan itu. Itulah sebabnya, Bapa mendeklarasikan Anak Allah, satu-satunya Anak yang sanggup, untuk stempel asuransi kehidupan bagi semua umat manusia berdosa.